Rabu, 08 Februari 2012

10 Festival Terunik,Termegah & Termeriah Di Dunia

posted by: Dunia Andromeda
1. Perang Jeruk, Italia

Perang jeruk adalah sebuah karnaval dan festival di Kota Ivrea, Italia, yang tahun ini dilaksanakan pada 21 Februari, juga untuk menyambut Paskah. Saat perang jeruk, ribuan penduduk kota berkumpul di pusat kota, kemudian dibagi menjadi sembilan grup besar yang nantinya akan saling melempar jeruk. Jeruk yang digunakan untuk perang ini sebanyak 400 ribu kilogram.





2. Pasola, Sumba, Indonesia

Pasola adalah permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang dipacu kencang antara dua kelompok berlawanan. Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan warga Sumba yang masih menganut agama asli disebut Marapu (agama lokal masyarakat sumba).Permainan pasola diadakan pada empat kampung di Kabupaten Sumba Barat, antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara Februari hingga Maret setiap tahunnya.







3. Festival Es dan Salju Internasional Harbin, China

Festival Internasional Salju dan Es Harbin adalah festival salju tahunan yang diadakan di Kota Harbin, Ibu Kota Provinsi Heilongjiang, timur laut China. Tahun ini festival dibuka secara resmi pada 5 Januari dan berlangsung sebulan penuh hingga 29 Februari.Pameran diadakan di tiga lokasi utama, yakni Taman Pulau Matahari untuk pahatan es dan salju, Dunia Salju dan Es (Bingxue Gong) untuk replika bangunan dari balok-balok es dan salju, serta Taman Zhaolin untuk lampion es. 

Pameran dimeriahkan lampu berwarna-warni, musik, dan pesta kembang api.Acara selama festival termasuk berenang di air es Sungai Songhua, pertandingan hoki es, sepak bola di lapangan es, turnamen invitasi ski alpin. Selain itu, panitia juga mengadakan lomba memahat es, lomba skat es, menulis puisi, festival film, berbagai pameran, dan upacara pernikahan di atas es. Festival ini diiikuti pemahat es dan salju dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Singapura, dan Rusia.







4. Karnaval Oruro, Bolivia

Karnaval Oruro adalah perayaan keagamaan yang sudah berusia lebih dari 2.000 tahun. Festival ini terbagi dalam lebih dari 48 set dengan 18 tarian tradisional spesial yang dipertunjukan di kuil-kuil setempat di Bolivia. Pertunjukan utamanya La Diablada atau tarian setan dengan kostum berwarna-warni. Festival berlangsung 10 hari sejak 22 Februari.









5. Festival Bunga Chiang Mai, Thailand
Chiang Mai, Thailand, dikenal sebagai kota mawar. terutama Februari, ketika bunga ini mencapai musim mekarnya. Karena itulah, setiap pekan pertama Februari, Festival Bunga Chiang Mai dibuka. Kota Chiang Mai akan dipenuhi bunga, terutama chrysanthemum kuning putih dan mawar damask, spesies yang hanya ditemukan di Chiang Mai. Fokus utama festival terdapat di Taman Suan Buak Haad. Area sekitar taman ditutup untuk kendaraan bermotor, diganti deretan penjual bunga.


6. Carnaval de Binche, Belgia

Karnaval ini adalah sebuah perayaan tahunan yang dilaksanakan di Kota Binche, Belgia pada 21 Februari 2012 untuk menyambut Paskah. Karnaval meliputi pertunjukan musikal, tarian, dan parade. Saat karnaval ini berlangsung, pemuda kota Binche akan mengenakan topeng aneh dan membawa sebagai simbol mengusir roh jahat.







7. Festival memancing Argungu, Nigeria

Festival tahunan ini digelar selama empat hari setiap pertengahan Februari. Festival ini bertempat di Kota Argungu, Nigeria. Di festival ini, ribuan pria dan wanita partisipan akan berdiri di tepian sungai dan saat aba-aba mulai, mereka semua akan terjun ke sungai dan berlomba-lomba menangkan ikan terbesar selama satu jam. Untuk menangkap ikan ini, peserta hanya boleh menggunakan alat pancing tradisional, bahkan banyak yang memilih untuk menangkap ikan dengan menggunakan tangan kosong. Pemenang dari lomba menangkap ikan ini akan membawa pulang uang tunai sebesar USD7.500.





8. Pekan Art Deco, Selandia Baru

Saat Tanjung Hawkes di Kota Napier, Selandia Baru, hancur akibat gempa bumi pada 1931, bagian kota ini dibangun kembali dengan gaya Art Deco, sebuah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II. Gaya ini diterapkan pada banyak bidang, misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain dari 1920 hingga 1939.

Sejak itu, Napier menjadi salah satu kota Art Deco terbaik di dunia, dan untuk memeringatinya, dihelat pekan Art Deco setiap tahun pada pekan ketiga Februari. Pekan ini berisi pesta makanan, tarian, dan musik dimana jalan-jalan dipenuhi kendaraan-kendaraan antik.







9. Festival Nasional Jenadriyah, Arab Saudi

Festival ini digelar di sebuah situs spesial yang terletak 45 kilometer sebelah timur laut kota Riyadh. Festival ini merupakan sebuah acara yang mempromosikan kesenian dan kebudayaan tradisional.

Festival dibuka dengan balap unta yang diikuti 2000 partisipan dalam jalur balap sepanjang 19 kilometer. Festival ini paling berwarna di Arab Saudi, dan sayang bila dilewatkan karena menampilkan lebih dari 50 tarian tradisional dan musik khas Arab Saudi. Festival ini berlangsung akhir Februari hingga awal Maret.





10. Festival Abu Simbel, Mesir

Festival ini merayakan dua hari dalam setahun dimana cahaya matahari menyinari bagian dalam Abu Simbel, kuil dari Ramses II di Mesir. Kuil ini didesain sedemikian rupa sehingga pada saat dua hari di Februari dan Oktober, sinar matahari dapat masuk dan menyinari empat dewa Mesir di kuil tersebut, dewa Ptah, Amun-ra, Ramses dan Re-Horakhty. Festival dilaksanakan pada 22 Februari dan Oktober.





Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...