Kamis, 26 Januari 2012

5 Orang Yang Lolos Dari Kematian Pasca Eksekusi Hukuman Mati

posted by: Dunia Andromeda
1. Anne Green
anee green adalah seorang wanita yang berusia 22 tahun. ia dieksekusi mati dengan cara digantung. pada masa itu hukuman mati bagi narapindana adalah dengan menaiki tangga dan mengalungkan sendiri tali dibagian leher. eksekusi gantung anne pun dilakukan. dalam sekejam anne pun meregang nyawa. kemudian tubuh anne yang tergantung selama 1/2 jam ditiang gantungan diturunkan. tubuhnya di disumbangkan kepada pihak universitas sebagai obyek penelitian anatomi tubuh. namun sesampainya di kampus, ketika peti dibuka dokter mendengar suara nafas dari tenggorokannya...
dokter yang kaget melihat anne masih bernyawa memberikannya segelas air minum. 12 jam setelah eksekusi anne sudah bisa berbicara. beberapa tahun kemudian anne akhirnya kimpoi dan melahirkan 3 orang anak serta bisa hidup 15 tahun lagi setelah peristiwa eksekusi. setelah kasus anne, para pidana yang akan di eksekusi mati di jatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya agar bisa mati lebih cepat.




2. John Henry George Lee
john adalah tersangka pembunuhan dari miss emma, nyonya di tempatnya bekerja yang di temukan tewas dengan luka sayatan pisau pada bagian leher. dia kemudian dinyatakan bersalah dan di vonis hukuman gantung. menurut jadwal john akan digantung pada tanggal 23 februari 1885 di exeter prison. saat sudah hari eksekusi mati john dibawa keluar dari selnya menuju tiang gantungan. namun pintu penyekat antar zona penjara yang ia tempati macet. bukan hanya sekali, dua kali, tapi tiga kali.

karena kebingungan pihak penjara dan pengeksekusi, john pun dikembalikan kedalam selnya. beberapa hari kemudian hukumannya diubah menjadi penjara seumur hidup.


3. William Duell
 
william duell divonis hukuman mati pada saat ia berusia 16 tahun dengan tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis di village of tyburn, london. rencananya jasad-nya akan dimanfaatkan untuk prosedur reguller salah satu mata kuliah di medical training.


setelah dia dinyatakan tewas, pihak eksekutor membawa jasadnya ke universitas. di universitas jasad dar william di telanjangi dan diletakkan di atas tempat khusus, namun ternyata ada salah satu petugas lab yang menyadari bahwa jasad william masih bernapas.


makin lama dia bernapas semakin cepat, dan dalam tempo 2 jam ia sudah bisa duduk. malamnya pemerintah mengganti vonis hukumannya menjadi hukuman penjara.



4. Joseph Samuel
joseph dituduh melakukan perampokan di rumah seorang wanita kaya dan membunuh polisi yang bertugas menjaga rumah tersebut. akibatnya ia pun divonis hukuman mati dengan cara di gantung. menurut pengakuan nya ia sama sekali tidak terlibat dalam pembunuhan itu, yang melakukan pembunuhan adalah teman gengnya yang ikut melakukan perampokan.

pada tahun 1808, joseph dibawa ketiang gantungan bersama napi lain ke parramatta, dimana ratusan orang datang untuk menyaksikan proses eksekusi ini.

saat proses eksekusi tali yang menggantung tubuh joseph putus. eksekutor mencoba untuk kedua kalinya... namun tali tersebut selip dan kaki nya jatuh menyentuh tanah. di tengah kegaduhan dari penonton eksekusi dilakukan untuk yang ketiga kali. tapi tali yang melingkar di leher joseph malah putus!

petugas yang berwenang kemudian memberitahukan peristiwa ini pada gubernur. akhirnya gubernur pun mengubah hukuman joseph menjadi kurungan seumur hidup.

gubernur dan petugas meyakini hal yang terjadi dalam proses eksekusi joseph adalah petunjuk dari tuhan. bahwa joseph seharusnya tidak mendapat hukuman tersebut.


5. Wenseslao Moguel

marguel di hukum dengan cara masa kini yaitu di tembak oleh regu tembak. ia ditembak 9 kali, termasuk 1 peluru terakhir yang ditembak tepat di kepalanya oleh komandan regu tembak dari jarak yang cukup dekat demi memastikan kematianya.



namun tak disangka moguel bisa bertahan dan mencoba kabur...
karena hal tersebut pemerintah mengganti hukumannya hukuman kurungan. setelah bebas maguel kembali ke kampung halamanya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga itu.

gambar diatas diambil pada tahun 1937 di acara radio ripley's believe it or not, dalam acara tersebut ia memperlihatkan beberapa bekas luka tembak yang menembus kepalanya dari jarak dekat.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...